Bengkulu

Edisi PLTU Mengubur Bengkulu: Ekspresi Bersyukur

0
Pantai Panjang, Kota BEngkulu (Foto: Hipwee)

Pernahkah anda mengunjungi Bengkulu? sebuah kota kecil asri, dipagari oleh garis pantai sekitar 525 kilometer. Bukan saja berlimpah hasil laut, kota yang pernah menjadi pusat pemerintahan Sir Thomas Stamford Raffles, memiliki kawasan perbukitan yang dibalut rimba.

Kota ini tak macet layaknya Jakarta, Medan atau kota besar lainnya di Indonesia. Tak sulit mencari udara segar di kawasan ini. Untuk anda penyinta olahraga lari untuk mencuci paru menggunakan udara segar, banyak pilihan tempat.

Ribuan nelayan bergantung pada laut kami, nelayan kami sederhana tapi kaya. Membudayanya kehidupan nelayan sehingga kami punya lagu daerah yang menceritakan bersuka rianya nelayan saat menarik jala, lagu “Yo Botoy-botoy”.

Pada hari libur pagi dan sore pantai kami yang panjang itu dipenuhi oleh manusia untuk berlibur dan menghirup udara segar. Hutan kami masih tebal, dua taman nasional kami punya, serta belasan kawasan lindung.

Anda dapat merasakan jika berkunjung ke hutan kami, kabut tebal kadang tipis keluar dari balik bukit yang menghijau itu. Tak sedikit petani bergantung pada hutan itu.

Bunga Rafflesia di hutan Bengkulu/Foto: KOMPAS.COM

Ada panas bumi di sana, ada ari yang terus mengalir tanpa terhenti di hutan itu, ada angin, hingga berlimpahnya cahaya matahari.

Kami selalu bersyukur pada kemurahan Tuhan yang memberikan kekayaan itu pada kami. Kehidupan antarsuku, agama, semua berjalan dinamis dan begitu toleran.

Warga kami begitu ramah pada pendatang, kami beri mereka tanah, Inggris datang kami terima dengan baik, hingga mereka mampu mendirikan benteng terbesar di Asia Tenggara, Marlborough.

Namun, keramahan kami tentu saja sejajar dengan kebaikan para pendatang. Thomas Parr, perwira tinggi Inggris merasakan akibatnya tewas dibunuh rakyat saat tamu mulai bersikap menjadi rampok.

Kami bersepakat, untuk merawat dan menjaga wilayah kami untuk tetap lestari. Jiwa dan raga kami korbankan. (Bersambung)

Sambungan: Edisi PLTU Mengubur Bengkulu: Ekspresi Bersyukur

Leave A Reply

Your email address will not be published.