Bengkulu

Isu Perubahan Iklim Jangan Memangsa Rakyat

0
kekeringan sumber foto: ANTARA

Di Kalimantan Barat, satu keluarga harus membatalkan pernikahan anaknya karena acara memasak jamuan hancur lebur dihantam bom air dari helikopter. Sang punya hajat memasak di luar rumah, namun petugas mengira itu adalah titik api di areal gambut.

“Bom air berisi lumpur menghancurkan acara memasak jamuan, batallah pernikahan,” ungkap seorang warga Kalimantan Barat, Tono.

Dari Jambi saya mendapat cerita beberapa petani harus berhadapan dengan penegak hukum karena membuka kebun yang tak seberapa luas dengan api. Meski masyarakat berdalih mereka punya kearifan lokal dalam membuka kawasan gambut dengan api namun, alasan itu tak berlaku di mata hukum.

Di Jambi, petani biasa membka lahan dengan menggunakan api. Namun cara itu memiliki pertimbangan kearifan lokal yang sungguh bijaksana. Membuka lahan dengan api hanya boleh dilakukan di wilayah yang tak bergambut atau bergambut tipis.

Bagaimana kearifan masyarakat Jambi mengelola kawasan gambt baca : hari-hariku di Lahan Gambut.

Indonesia memiliki ambisius untuk mengurangi emisi karbon sebesar 29 persen hingga 2030. Indonesia juga punya target peningkatan penggunaan sumber energi terbarukan hingga 23 persen dari konsumsi energi nasional pada tahun 2025.

Indonesia merupakan negara kesembilan penyumbang emisi terbesar dunia. Posisi teratas ada Tiongkok, Amerika Serikat dan Uni Eropa. Tingginya emisi karbon menurut para ahli akan menaikkan suhu bumi menjadi 2 persen. Jika ini terjadi mungkin inilah yang namanya kiamat.

Untuk menanggulangi ancaman kepanasan para kepala negara rutin melakukan pertemuan, sudah 22 kali pertemuan yang dinamakan COP (Confrence of parties) atau pertemuan para pihak. Pendek cerita, hutan, energi bersih, gambut, transportasi, dan sebagainya harus ramah lingkungan.

Indonesia memiliki tanggungjawab menjaga hutan, gambut, dan mengalihkan penggunaan energi batubara (fosil) ke energi bersih, seperti angin, air dan sejenisnya.

Bermata Dua

Indonesia patuh pada komitmen itu, namun pelaksanaannya tidak semudah pembicaraan para petinggi negara dunia itu. Karakter Indonesia sangat beragam, prilaku masyarakatnya beragam. Ada beberapa bagian prilaku itu seperti tak ramah lingkungan namun sesungguhnya tidak. Pada konteks ini negara kadang kaku dalam menegakkan atran yg diadopsi dari perjanjian internasional.

Sebut saja misalnya masyarakat adat Orang Rimba di Jambi dengan pola hidup ladang berpindah. Tak jarang masyarakat umum menyebut mereka perambah, namun jauh dibalik itu mereka sangat ramah pada pelestarian hutan dan kehidupan. Mereka sering dicap perusak hutan.

Simak: Berburu dan Meramu untuk Bertahan

Di Bengkulu beberapa masyarakat mendiami kawasan taman nasional, mereka dianggap perambah, padahal jauh sebelum Indonesia lahir mereka telah beranak pinak di kawasan itu dengan pola hidup yang ramah dalam mengelola hutan. Tak jarang mereka ditangkap lalu penjara.

Indonesia berkomitmen pada pengurangan emisi, namun yang menjadi sasaran tembak adalah kelompok masyarakat marjinal. Sementara laju pembukaan perkebunan monokultur seperti sawit, pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar batubara juga massif dilakukan.

(Baca juga: Edisi PLTU Mengubur Bengkulu: Kami Khawatir)

Riset-riset dan uji coba energi bersih seperti tenaga surya, angin, gelombang yang berlimpah di Indonesia masih jarang dilakukan.

Krisis air juga menghantui beberapa kawasan, termasuk sebuah wilayah penghasil produk air kemasan terkemuka, namun masyarakat sekitarnya menggunakan air kotor untuk memenuhi kebutuhan harian. Perempuan merupakan korban terdampak pertama.

Mengurangi laju perubahan iklim merupakan tanggungjawab bersama, tidak saja negara. Namun langkah adaptasi (penyesuaian) dan mitigasi (dampak) berbasiskan kearifan lokal masyarakat Indonesia harus menjadi pijakan kuat, agar tak ada korban.

Ini sejalan dengan komitmen dunia tentang pembangunan berkelanjutan agar tak ada satu orang pun yang tertinggal dalam setiap langkah pembangunan. Leaving No one Behind!

FIRMANSYAH

Video: https://www.youtube.com/watch?v=yNLqo-pbxs0

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.